10 September 2026
Wujud Kepedulian Sosial, BEM STIE Wijaya Mulya Surakarta Gelar Pengabdian di Sanggar Bhineka
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Wijaya Mulya Surakarta kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengunjungi Sanggar Bhineka, Sukoharjo. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan untuk berbagi ilmu, mengajar, bermain, serta memberikan motivasi kepada adik-adik yatim piatu dan dhuafa.
Kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh BEM STIE Wijaya Mulya Surakarta ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Belajar, Berbagi, dan Menginspirasi
Kegiatan di Sanggar Bhineka dikemas dengan suasana yang santai, edukatif, dan menyenangkan. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan belajar bersama, permainan edukatif, berbagi cerita, serta memberikan motivasi agar mereka tetap memiliki semangat untuk belajar dan meraih cita-cita.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga karena memberikan kesempatan untuk memahami secara langsung berbagai kondisi sosial yang ada di masyarakat. Interaksi bersama anak-anak juga menumbuhkan nilai empati, kepedulian, kerja sama, dan semangat berbagi.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pemahaman bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Meluangkan waktu, berbagi pengetahuan, mendengarkan cerita, dan memberikan motivasi dapat menjadi bentuk kontribusi yang berarti bagi orang lain.
Mengenal Sosok di Balik Sanggar Bhineka
Sanggar Bhineka merupakan salah satu ruang yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar, bermain, membaca, dan mengembangkan diri. Sanggar ini didirikan dan dikembangkan oleh Agus Widanarko, S.E., M.H., M.Si., yang akrab disapa Danar.
Danar dikenal di masyarakat sebagai sosok yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan dunia anak. Kiprahnya bermula sebagai penggiat anti narkoba, kemudian berkembang menjadi aktivis yang memberikan perhatian terhadap anak-anak melalui kegiatan edukasi dan motivasi.
Pendekatan yang digunakan Danar pun cukup unik. Ia dikenal gemar mendongeng dan menggunakan kostum-kostum kreatif, termasuk karakter superhero, untuk menyampaikan pesan edukasi kepada anak-anak. Bersama tim penyuluh dan motivator yang dikenal dengan nama “Danar n The Blangkon”, ia menjalankan berbagai kegiatan penyuluhan dan motivasi dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak.
Kepedulian tersebut juga diwujudkan melalui pengalaman merintis dan mendirikan Sekolah Anak Jalanan KRAB bersama para relawan mahasiswa. Semangat mendampingi anak-anak kemudian terus dikembangkan hingga lahir perpustakaan dan Sanggar Bhineka, yang menjadi ruang bagi anak-anak, termasuk anak yatim dan korban pandemi Covid-19, untuk mendapatkan ruang belajar dan pendampingan.
Mahasiswa Hadir untuk Masyarakat
Kegiatan BEM STIE Wijaya Mulya Surakarta di Sanggar Bhineka menjadi salah satu bentuk nyata bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
BEM STIE Wijaya Mulya Surakarta berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan mahasiswa yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kolaborasi dengan komunitas dan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna bagi mahasiswa.
Kunjungan ke Sanggar Bhineka diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat menjadi awal dari terbangunnya kolaborasi dan kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Karena bagi mahasiswa STIE Wijaya Mulya Surakarta, kuliah bukan hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi juga tentang hadir, peduli, berbagi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.